PB Pertacami Gelar Latihan Intensif Jelang Kerjuaraan Dunia di Sao Paulo & Kualifikasi Asian Youth Games di Bahrain

editor 18 Jun 2025
18 Jun 2025 | By editor | Agenda

Persatuan Tarung Campuran Amatir Indonesia (PB Pertacami) menggelar sesi latihan intensif bagi para atlet nasional dalam rangka persiapan menghadapi dua agenda penting di kalender MMA internasional: GAMMA World MMA Championship di São Paulo, Brasil pada 16–22 Juni 2025 dan 1st AMMA Youth Championship di Bahrain pada 26–28 Juni 2025, yang juga menjadi babak kualifikasi resmi menuju 3rd Asian Youth Games (AYG) pada Oktober 2025 mendatang.

Setelah sukses menyelenggarakan Kejuaraan Dunia GAMMA 2024 pada Desember lalu di Indonesia, PB Pertacami telah kembali melanjutkan pemusatan pelatihan nasional sejak Januari 2025 yang bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta. Menandai komitmen PB Pertacami dalam membina serta membawa talenta MMA Indonesia ke panggung dunia, pelatnas ini menggunakan pendekatan sistematis yang menggabungkan latihan fisik, teknik, strategi bertanding, hingga penguatan mental. Para atlet ditempa secara intensif untuk tampil optimal di berbagai ajang internasional bergengsi, salah satunya – yang juga paling ditunggu – adalah Asian Games 2026.

Sebelumnya, sejak Juni 2024, PB Pertacami telah menjalankan program Pelatnas yang terintegrasi dengan program Ilmu Keolahragaan UNJ secara menyeluruh dalam rangka mempersiapkan tim untuk Kejuaraan Dunia GAMMA di 2024 lalu. Pendekatan ini merupakan yang pertama terjadi di ekosistem olahraga Indonesia.

“Kami tidak sekadar mempersiapkan atlet untuk bertanding, tetapi juga membentuk karakter juang dan daya tahan kelas dunia. Ini adalah bagian dari misi kami menjadikan Indonesia sebagai kekuatan yang diperhitungkan dalam MMA amatir global,” ujar Tommy Paulus Hermawan Ketua Umum PB Pertacami.

Marcos Tulio Machado, sebagai pelatih utama PB Pertacami menyampaikan bahwa pelatnas yang dijalankan PB Pertacami saat ini merupakan satu-satunya program di Indonesia yang menyediakan infrastruktur fisik lengkap, pelatih profesional, tenaga medis, serta dukungan menyeluruh bagi pengembangan atlet MMA amatir.

“Program ini satu-satunya di Indonesia yang memiliki infrastruktur fisik, pelatih, dokter, psikolog, dan pelatihan memadai untuk atlet MMA. Semua faktor ini yang membuat atlet kami tetap positif. Tanpa dukungan dan keberpihakan Pertacami, semua ini mustahil terjadi,” ungkap sang pelatih.

PB Pertacami berharap masyarakat Indonesia dapat memberikan dukungan moral kepada para atlet muda yang tengah berjuang membawa nama bangsa ke kancah internasional.